Senin, 20 Februari 2012

Tes Gula Darah Sendiri Tak Efektif untuk Semua Pasien Diabetes

Pasien diabetes bisa memeriksa kadar gula darahnya sendiri dengan menggunakan alat monitor gula darah bernama Self Monitoring of Blood Glucose (SMBG). Tapi SMBG ternyata tidak efektif digunakan untuk semua pasien diabetes, alat ini hanya cocok untuk pasien diabetes tipe 1 tapi tidak efektif untuk pasien diabetes tipe 2.

Sekedar info, diabetes tipe 1 biasanya terjadi akibat faktor genetik yang membuat pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi karena kemampaun pankreas memproduksi hormon insulin berkurang akibat perubahan gaya hidup.

Alat SMBG gagal efektif pada penderita diabetes tipe 2 karena kemampuan mengontrol gula tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Kajian sistemik menunjukkan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin tidak menggunakan SMBG untuk mengatur pola makan dan gaya hidup. Sehingga SMBG tidak efektif untuk semua pasien diabetes.

Tapi pada pasien diabetes tipe I yang menggunakan terapi insulin alat ini justru sangat membantu. Karena pasien bisa menggunakan kadar glukosa untuk menyesuaikan dosis insulin.

Perangkat yang digunakan untuk memeriksa kadar gula darah adalah alat untuk menguji konsentrasi glukosa dalam darah (glikemia). Tes glukosa darah dilakukan dengan cara menusuk kulit, biasanya di jari untuk mengambil darah. Kemudian mengusapkan darah ke tes strip.

Enam bulan pertama SMBG adalah saat waktu tingkat HbA1c menurun sebesar 0,26 persen. Tapi data dari 2 percobaan yang melibatkan 493 peserta menunjukkan bahwa, pengaruh SMBG tidak lagi signifikan pada 12 bulan selanjutnya, dengan penurunan kadar HbA1c sebesar 0,1 persen terutama pada pasien diabetes tipe 2.

Uriell L. Malanda, MD, dan rekan dari VU University Medical Center di Amsterdam juga telah mengulas 12 penelitian yang melibatkan 3259 pasien dengan diabetes yang tidak tergantung insulin. Hasilnya diterbitkan dalam edisi terbaru dari Cochrane Library.

"Pemantauan diri glukosa darah pada pasien yang tidak tergantung insulin memiliki dampak minimal pada kontrol glikemik, tidak berdampak pada kesejahteraan umum atau kualitas hidup, dan agak mahal. Akibatnya, tidak menambah manfaat jangka panjang yang relevan secara klinis," kata Dr Malanda seperti dilansir dari MedscapeNewsToday, Senin (20/2/2012).

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pengaruh SMBG pada hipoglikemia dan komplikasi dari diabetes tipe 2.

Tidak ada komentar: