Selasa, 28 Oktober 2014

Jungkir Balik Kehidupan yang Dipahami dalam Hati Oleh Anak Ahensi

digital agency — atau gaulnya disebut ‘ahensi’ — sering dianggap keren, seru, dan mengasyikkan. Dunia yang kreatif dan akrab dengan media sosial membuat banyak orang mengira kalau kerja di sini santai, asyik, seru, dan gampang. Hmm… apa benar seperti itu? Buat menjawabnya, pembaca Hipwee Dian Afrillia ingin bercerita mengenai pengalamannya selama menggeluti profesi sebagai ‘anak ahensi’. Seperti apa sih sebenarnya dunia mereka? Langsung simak yuk!


Coba sebutkan salah satu pekerjaan terkeren dewasa ini? Jawabannya: anak ahensi! Hah? Apa sih anak ahensi? Itu lho, anak-anak muda kreatif yang bekerja di advertising agency atau digital agency, yang fokus membantu perusahaan memasarkan produk. Kalau anak advertising menggunakan media tradisional seperti TV, radio, majalah, atau billboard, digital agency menggunakan media seperti situs, aplikasi, dan media sosial.
Ada banyak posisi di dunia anak ahensi: copywriter, art director, account executive, digital strategist, bussines development, social media admin, programmer, web analyst, dll. Nah, di artikel ini, kamu akan sedikit-banyak mengetahui kehidupan mereka.

Ketika baru mengenal dunia ahensi…

1. Kamu terpukau oleh kantor yang bikin betah kerja lama-lama

Karena pekerjaan mereka bertumpu pada kreativitas, wajar kalau kantor anak ahensi berbeda dari kantor-kantor kebanyakan. Disini kamu gak akan menemui bilik-bilik kerja kaku atau warna-warna netral. Sebaliknya, ruangan kerja bakal didekorasi sedemikian rupa biar nggak ngebosenin, supaya kamu mudah menelurkan ide.
Ada kantor yang punya seluncuran sendiri. Ada kantor yang punya balkon sendiri. Yah…minimal ada satu meja panjang dimana anggota tim bisa kerja bareng.


2. Kamu pun senang, karena boleh pakai baju bebas ke kantor!

Bahagia itu sesederhana, salah satunya adalah ke kantor nggak mesti pakai baju “rapi”. Mau gaya-gayaan kayak girl band? Boleh banget! Ada juga lho ahensi yang ngebolehin kamu kerja pakai celana pendek plus sandal jepit. Asyik lah! Syaratnya satu: kalau mau ketemu klien, ya dandanan harus kece. Jangan pakai piyama juga kali…


3. Teman-teman kerjamu pun asyik, saling respek dan gak sikut-sikutan

Karena kerja dalam tim itu kunci, sikut-sikutan dan senioritas di ahensi itu bisa dibilang minimal. Lingkungan kerja yang relatif kasual pun memudahkan hubungan sosial antar staf. Bisa dibilang, kalian gak akan bersikap kaku satu sama lainnya. Bahkan, kalian juga lho bikin arisan bulanan di kantor!

5. Kamu akan merasa inilah pekerjaan idaman yang selama ini kamu cari-cari

“Wah, gue baru tahu ada kerjaan kayak begini. Ini sih gue banget!”
Bekerja di ahensi, kamu akan punya kesempatan belajar tentang pola pikir orang. Apa yang mereka sukai, apa yang sedang tren di masyarakat, gimana caranya supaya kamu bisa mengambil perhatian dengan detail-detail sederhana. Ini pas banget buat kamu: selain bersemangat menciptakan sesuatu, kamu juga selalu penasaran bagaimana caranya mempengaruhi pikiran orang.
Kalau kamu kerja di digital agency, kamu jadi mengerti gimana krusialnya media sosial. Nge-tweet dan update status nggak boleh cuma asal. Harus diukur juga berapa jumlah karakter maksimal, bahasa kayak apa yang paling baik digunakan, dan lain-lain.
Yang nggak kalah penting, kerja disini membuka mata kamu tentang dunia pemasaran. Orang-orang tuh bukannya gak suka iklan. Orang-orang gak suka iklan yang jelek.


Tapi, menjelaskan ke orang lain tentang pekerjaanmu itu adalah tantangan tersendiri!

6. Ayah/Ibu: “Jadi kerjaanmu itu ngapain aja sih, Mas?”

kerja di agen penyalur TKI via giphy.com
“Mas, jadi kerjaanmu itu sebenarnya ngapain?”
“Ya gitulah Bu.”
“Ya gitulah gimana? Itu kamu lagi ngapain?”
“Milih-milih warna.” *jawab sambil males*
“Milih warna? Dulu kamu kuliah Akuntansi, kok sekarang kerjaannya milih warna?”

Situasi gak mesti berubah lebih baik ketika kamu ngobrol sama teman sebaya…
“Bro, kerja di mana?”
“Di agency.
“Hah, agency? Agensi tenaga kerja gitu? Nyalurin TKW dong lo?”
“…”


7. Ledekan yang sering kamu dapatkan: “Twitter-an mulu, nggak kerja?”

Kerja kok twitteran melulu? via detroit.cbslocal.com
Sebagai anak digital yang bertugas untuk maintenance media sosial, keluarga dan teman-temanmu pasti bakal sewot dan protes ketika mereka tahu kamu sedang sibuk Facebook-an atau Twitter-an!
“Main hape mulu deh lo, ngobrol dong!”
“Bentar, gue lagi ada kerjaan nih”
“Orang lo Twitteran gitu!”
“Ya emang kerjaan gue begeneeee!”

Beberapa bulan kemudian…


8. Pekerjaanmu pun semakin banyak dan bejibun!

Berhubung pekerjaan tim lain sudah overload, giliran kamu deh yang jadi tumbal untuk ngerjain pekerjaan-pekerjaan tambahan. Bahkan nggak jarang kamu menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya bukan job desk kamu. Kalau udah begini, nggak ada waktu lagi buat leha-leha!

9. Kerjaan banyak, pemasukan juga semakin bertambah

Kalau kamu kerja di ahensi yang memberikan bonus/insentif untuk setiap pekerjaan tambahan, maka semakin banyak pekerjaanmu, semakin tebal juga dompetmu. Bonusnya lumayan banget, cukup buat beli gadget keluaran terbaru. Atau kalau kamu tabung, bisa buat modal nikah! HAHAHA

Eitsss, jangan keburu seneng dulu. Ada juga hal-hal yang bikin gemes kayak gini…


10. Kelabilan atasan bikin kamu pengen ngunyah tiang listrik

si bos emang labil via giphy.com
Desain yang udah kamu buat sampai begadang akhirnya direvisi oleh atasan, dan kamupun pasrah ngerjain ulang sampai jungkir balik. Setelah kamu ngasih hasil revisinya, ehhhh…. yang di-approve malah yang awal.
Ngeselin, ‘kan? rasanya pengen acak-acak tempat sampah tau!

11. Atasan super nyebelin? Ternyata ada yang lebih nyebelin lagi!

Klien itu kadang banyak maunya, tapi susah dimengerti. Awalnya percaya sama kamu sepenuhnya, giliran proyeknya udah dibikin, dia baru keingetan punya ide
yang nggak bagus-bagus amat! Dengan penuh kesabaran
dan keterpaksaankamupun kerja dua kali! P
adahal dibayarnya cuma sekali!

10. Pulang cepat versi anak ahensi itu…

Secepet-cepetnya anak ahensi pulang kantor itu ketika jalanan udah gelap. Dadah-dadah deh sama yang namanya pulang kantor sore-sore. Bahkan kamu aja udah lupa gimana rasanya sinar matahari di sore hari. Boro-boro pengen hangout sepulang kerja, yang ada kamu udah pengen tidur cantik di kasur!

12. Beginilah kamu setiap datang ke kantor pagi-pagi


Semalem lembur sampai subuh, harus banget ya ke kantor pagi-pagi? Mata sepet, Brooo!

13. Karena terlalu ‘asyik’ kerja, kamu pun mulai tumbang

Karena terlalu ‘asyik’ dan mendalami pekerjaan, kesehatan tubuhmu mulai menurun. Banyak yang bilang, kamu udah resmi jadi anak ahensi kalau udah… tipes. Ngeri nggak sih?

Hingga pada suatu hari, akan datang momen di mana kamu merasa…

14. Nggak kuat lagi dengan atmosfer kerja seperti ini!

Waktu kamu habis untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Kamu jadi nggak punya waktu lagi buat pacaran, liburan sama keluarga, berkumpul sama teman-temanmu, bahkan kamu kehilangan waktu buat me time. Saking jarangnya kumpul sama teman, kamu dicap sebagai orang yang sok sibuk. Tapi karena udah terlalu lelah, kamu juga malas menjelaskan seberapa ribetnya pekerjaan kamu. Cuma kamu, anak ahensi dan Tuhan yang tahu!

Tapi di balik kesibukan dan keribetan semua itu…


15. Kamu pengen nari-nari bahagia saat tim kamu menang pitching

Kerja keras kamu selama ini akhirnya membuahkan hasil — tim kamu menang pitching! Yeay! Pasti kamu akan bangga pada dirimu sendiri karena berhasil dipercaya oleh klien untuk menggarap sebuah proyek besar. Rasanya tuh… pengen nyanyi “We Are The Champion!”. Nggak percuma, ‘kan selama ini rajin lembur?

16. Menang pitching = makan-makan

Kalau udah menang pitching, artinya suasana hati si bos lagi bagus banget! Biasanya si bos bakal ngajakin makan-makan bareng — gratisss! Lumayan banget buat ngirit duit! :p

17. Walau kadang nyebelin, klien juga bisa kasih kamu surprise

Meski kadang nyebelin dan bawel, klien juga bisa bikin kamu bahagia. Tiba-tiba kamu jadi sayang banget sama klien gara-gara dikasih liburan gratis ke luar negeri bersama tim kamu, dengan seluruh biaya yang ditanggung klien! Seru banget, ‘kan?

18. Di tengah liburan, rupanya klien juga ngasih kejutan lain!

RE-VI-SI! Yaa… REVISI! Pemandangan di depan kamu tak lagi indah sejak kamu kenal revisi yang bisa datang dimana dan kapan aja seenak udel. Mau nggak mau, kamupun harus mau lkerja sambil liburan! Liburan sih liburan.. tapi ya nggak pake revisian juga kali! KZL *banting laptop

19. Setelah berjibaku dengan pekerjaan ini, kamu pun mulai ragu…

Ribuan pertanyaan mulai berputar dalam benakmu :
Apakah ini benar-bener pekerjaan yang aku inginkan?
Apakah cari uang memang sesulit ini?
Apa aku harus berhenti dari pekerjaan ini?
Tapi, kalau berhenti aku harus kerja di mana?

Setelah galau 10 hari 10 malam, kamu pun menemukan jawabannya. Kamu sadar kalau jadi anak ahensi itu juga banyak enaknya..


20. Bisa ketemu orang-orang hebat dan mencuri ilmu dari mereka

Nggak jarang kamu akan terlibat dalam acara-acara penting. Otomatis kamu akan bertemu dengan orang-orang penting dan hebat dari berbagai kalangan. Kalau kamu pintar-pintar mengambil kesempatan, kamu pasti bisa mencuri ilmu dari mereka untuk menambah pengetahuan kamu.

21. Bekerja di ahensi bikin mental kamu jadi lebih kuat dan tahan banting!

Anak ahensi itu: tahan banting, mental baja, udah biasa sama segala hal yang ribet, dan pantang menyerah! Karena terbiasa dengan deadline, revisi, pekerjaan yang berjibun dan tuntutan klien yang terkadang aneh bin ajaib, tanpa kamu sadari mentalmu pun terbentuk menjadi mental baja. Yang dulunya kamu ngerasa lemah banget, setelah jadi anak ahensi kamu berasa kuat — sekuat Agung Hercules!

22. Kamu nggak pernah kehabisan ide-ide brilian

Bagi anak ahensi, yang namanya creative block itu cuma mitos! Anak ahensi selalu punya ide cemerlang dalam segala kondisi. Dan ini bisa jadi modal utama kamu untuk ke depannya. Kreativitas itu modal utama bagi anak-anak ahensi!

23. Skill kamu jadi semakin terasah dan bertambah

source : hipwee

Tidak ada komentar: